Buletin Cyber KAMMI IAIN-SU

Visi KAMMI: KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia.

Selasa, 11 Maret 2008

1 DASAWARSA KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI)


Oleh: Irmansyah*

KAMMI lahir bukan secara tiba-tiba muncul pada akhir masa kejayaan (kekuasaan) Soeharto, melainkan berangkat dari kegelisahan mahasiswa muslim di kampus-kampus se-Indonesia yang melihat kondisi Negara Indonesia dalam keadaan krisis multidimensi (krisis politik yang semakin akut serta krisis ekonomi yang menyengsarakan rakyat).


Permasalahan utama yang dihadapi bangsa ini adalah masalah kepemimpinan. Dalam pandangan KAMMI krisis kepemimpinan ditingkat nasional adalah karena minimnya sosok manusia (pemimpin) Indonesia yang memiliki mentalitas dan sikap sebagai negarawan (makalah DM I1,khairur rasid) . Peranan mahasiswa diantaranya sebagai director of change. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mengambil peran signifikan dalam proses perubahan tersebut.


Tanggal 29 Maret 2008 ini, KAMMI berusia 10 tahun (1 dasawarsa), sebagai organisasi berbasiskan mahasiswa yang mempunyai visi melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh dan begitu juga dengan Reformasi yang didengungkan oleh seluruh mahasiswa Indonesia yang melahirkan 6 Visi Reformasi. Pertanyaan yang paling mendasar adalah : ”Akankah paaerjuangan KAMMI yang melahirkan 6 Visi Reformasi hanya sampai disini?
Tentu jawabannya adalah TIDAK .
Sebab KAMMI mempunyai empat paradigma gerakan yaitu ;
a) KAMMI adalah Gerakan Tauhid
b) KAMMI adalah Gerakan Intelektual Profetik (Nubuwah)
c) KAMMI adalah Gerakan Sosial Independen
d) KAMMI adalah Gerakan Politik Ekstra Palementer
Dari keempat paradigma gerakan KAMMI tersebut adalah bukti keistiqomahan (komitmen) dari KAMMI untuk terus memperjuangkan (menyuerakan) kebenaran manakala kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan pemerintah (institusi formal) tidak mampu mewujudkan agenda perubahan masyarakat.
KAMMI akan terus eksis menyongsong masyarakat Indonesia yang Madani, sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi KAMMI. KAMMI juga menyadari membuat perubahan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan yang dengan sekejab saja dapat dibalikkan, tetapi perjuangan itu sangat panjang dan butuh proses.
Untuk mencapai itu semua ,KAMMI dalam 1 Dasawarsa ini terus mengadakan perubahan-perubahan guna untuk mensolidkan organisasi diantaranya ; menjadikan KAMMI bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa juga sebagai organisasi kemasyarakatan serta melahirkan istilah ”MUSLIM NEGARAWAN”.
Muslim Negarawan merupakan hasil dari Lokakarya Nasional Kaderisasi KAMMI di Sukabumi (29 Desember – 1 Januari 2006) yang melahirkan Manhaj 1427 Hijriah. Dimana seorang kader Muslim Negarawan harus memiliki ciri-ciri : basis Ideologi islam yang mengakar, basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan, idealis dan konsisten, berkontribusi pada pemecahan problematika ummat dan bangsa serta mampu menjadi perekat komponen bangsa dalam upaya perbaikan.

Jayalah Terus KAMMI Jangan Pernah Berhenti Menggapai Ridho Ilahi
Allahu Akbar 3x !!!

*Penulis adalah Ketua Umum KAMMI Komisariat IAIN SU periode 2007-2008

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda